463 Miliar ! Dugaan Uang Negara Yang Menguap Terkait Proyek Kapal Bakamla Di PT. CS

Ini Dia Kapal Bakamla, Lagi Mengapung dan Lagi "Berendam "
Beritabatam.com - Batam | Terendamnya kapal Bakamla sesuai dengan berita di media ini ( baca http://www.beritabatam.com/2019/02/belum-resmi-diserahkan-kapal-patroli.html) sebenarnya adalah kejadian memalukan dan membuka borok besarnya dugaan penyelewangan uang negara. Terlebih kuat dugaan bahwa proyek dengan nilai lebih dari setengah trilyun ini diduga kuat telah di korupsi hampir setengahnya. Nilai korupsi yang tidak tanggung tanggung ini jelas mengakibatkan mutu dari kapal Patroli Bakamla yang di produksi di galangan PT. CS hampir sama saja dengan kapal odong - odong. Terbukti , belum diserah terimakan kapal sudah terendam air. Bagaimana ke depannya kapal bisa diharapkan berpatroli menjalankan tugas negara, lagi parkir saja terendam. Harusnya Mengapung.

Sangat disayangkan, inisial AU yang diketahui pemilik dari CS dan merupakan salah satu pengusaha besar di Batam ketika dihubungi kru beritabatam.com mengatakan dirinya rapat dan akan menghubungi kembali. ketika dikonfirmasi melewati fasilitas Whatsapp, AU hanya membaca saja pesan yang dikrimkan awak redaksi tanpa memberikan respon balik atas pesan Whatsapp yang dikirim awak redaksi.

Salah satu informasi yang menarik masuk ke meja redaksi adalah adanya bea uji hambatan kapal yang besarannya mencapai Rp 80 juta. Siapa yang menguji dan kapan diujinya, masih belum jelas karena tertutupnya informasi dari pihak CS.

Hasil penelusuran di lapangan, salah seorang mantan pekerja di CS yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan bahwa galangan CS memang sarat dengan proyek proyek yang bisa dimainkan. " Mereka ( CS ) itu oke oke saja yang penting bisa dapat proyek. Plat yang harusnya kualitas bagus nanti didatangkan plat baja dengan kualitas yang seadanya. biasanya plat baja dengan kualitas seadanya ini didatangkan dari Cina. " tutur W, sebut saja nama informan tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  dalam kontrak proyek kapal terendam ini disebutkan dana pembangunan akan dibiayai dalam 2 tahun anggaran yakni TA 2017 dan 2018. Untuk TA 2017 (Tahap I) dalam kontrak telah dianggarkan dan dikontrakan dalam kontrak yang sama senilai Rp. 351 miliar dengan jangka waktu pelaksanaan selama 90 hari kelender. Sedangkan untuk TA 2018 (Tahap II) sebagaimana tercantum dalam dokumen kontrak yang sama menyebutkan dana dibiayai pada TA 2018 senilai Rp. 250.940.000.000, Kuat dugaan terjadi Penyimpangan Proyek Pembangunan Kapal Patroli 80 Meter Tahap 1 Tahun 2017. Data yang redaksi peroleh potensi kerugian Negara sebesar Rp. 463 miliar lebih, dari perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan pekerjaan Pembangunan Kapal patroli yang dikerjakan PT. CS ini. ( 007 )
Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.