500 Personel Yonif RK 136/TS Dikirim ke Maluku

BATAM | Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad menghadiri Upacara Pemberangkatan Satgas Yonif Raider Khusus 136/TS dalam rangka Tugas Operasi Pam Rahwan Maluku tahun 2019 di Pelabuhan Batuampar, Senin (6/5). Sekitar 500 orang personel Yonif RK 136/TS yang diberangkatkan untuk melakukan tugas Operasi PAM Rahwan Maluku tahun 2019. Mereka akan bertugas di Maluku selama 9 bulan dan disebar di pos-pos. Ada beberapa lokasi prioritas seperti Maluku dan Maluku Tengah.
Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Mohamad Sabrar Fadhilah berpesan kepada prajurit Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti yang berangkat ke Maluku agar berbuat lebih baik. Hal ini disampaikan Fadhilah usai Upacara Pemberangkatan Satgas Yonif Raider Khusus 136/TS dalam rangka Tugas Operasi Pam Rahwan Maluku tahun 2019 di Pelabuhan Batuampar, Senin (6/5).
“Banyak yang sudah lakukan dengan baik. Kamu harus buat lebih baik. Saya bangga dengan kamu. Keluarga bangga dengan kami. Selamat bertugas. Pergi lengkap, pulang dalam keadaan lengkap juga,” pesan Fadhilah.
Pangdam I/BB menjelaskan, penugasan ini bukanlah hal baru. Tapi sudah bertahun-tahun dilaksanakan TNI khususnya Angkatan Darat.
“Di sana masih ada kerawanan tertentu. Masih ada potensi untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak sebesar seperti tempat lain, tapi masih ada potensi. Ditambah juga di sana itu sangat rawan dengan bencana alam. Kerawanan sosialnya juga di sana masih tinggi,” papar mantan Kapuspen TNI ini.
Menurut Fadhilah, sebelum diberangkatkan ke Maluku, personel Yonif RK 136/TS telah lebih dulu dibekali berbagai persiapan. Tak hanya fisik dan logistik tapi juga diberikan pelajaran tentang budaya tempat operasi nanti. Bahkan komandan satuan sudah ke Maluku untuk melihat persiapan apa yang dibutuhkan dari Batam.
“Batalyon yang akan berangkat disiapkan lagi, diingatkan, diberi pelajaran tentang budaya di sana. Bahkan komandan satuan beberapa bulan lalu ke sana untuk menengok, mempelajari apa yang menjadi masalah-masalah menonjol termasuk kesiapan yang perlu ditata apa,” tutur pria kelahiran Magelang 53 tahun silam ini.
Perbekalan bagi anggota yang bertugas Pam Rahwan ini menurutnya sudah dilengkapi dan dicek sejara berjenjang. Mulai dari satuan sendiri, Korem, Kodam, Angkatan Darat, terakhir dicek Mabes TNI.
“Mabes TNI menyatakan siap. Sudah saya lihat, bagus. Dari beberapa bahkan ini dinyatakan oleh Mabes TNI yang saya lihat sebelum berangkat, ini salah satu yang terbaik kesiapannya,” sebut Fadhilah.(***)
Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.