Artikel
Mukena, Alat Salat Khas Indonesia?
oleh Fabbiola Irawan

Sisi atasnya berlubang lebar, panjangnya terjulur hingga lutut, lebarnya juga tak kalah main. Bagian bawahnya memanjang hingga menyapu lantai dengan penahan di sekitar pinggang.

Mukena itulah dia. Alat salat bagi perempuan ini menjadi hal wajib saat menunaikan rukun Islam kedua itu. Tetapi, pasalnya pemakaian mukena jarang sekali ditemukan dibelahan dunia, Indonesia tampaknya menjadi negara kelahiran rukuh ini, sebutan lain dari mukena.

Namun belum dapat dipastikan jika mukena berasal dari Indonesia. Bangsa yang penyebaran Islamnya pada abad ke-13 Masehi menurut Teori Gujarat ini, awalnya para perempuan Indonesia tidak menutup aurat. Pakaian yang dikenakan hanya sekadar kemban yang dililitkan ke tubuh dari dada hingga kaki.

Suatu kewajiban jika melaksanakan salat agar menutup aurat yang telah ditentukan. Seperti halnya yang tertera pada Alquran pada surat An-Nur ayat 31 yang memiliki arti “…,dan hendaklah mereka (wanita) menutupkan kain kudung ke dadanya,…”. Selain memerintahkan untuk menutup aurat, syarat sah salat termasuk juga termasuk di aturan tersebut.

Apalagi, wanita yang diminta menutup auratnya jika beribadah kepada Allah, tercantum juga pada hadis yang diriwatkan oleh Tirmidzi yang berbunyi, “Allah tidak menerima salah wainita yang haid (telah balig/cukup umur), kecuali memakai khimar,”

Khimar yang dimaksud ialah kerudung, namun lebih spesifik lagi jika dalam salat ialah hanya boleh memperlihatkan wajah dan telapak tangan.

Penggunaan mukena bukan hanya bagus melainkan dibutuhkan. Jika perempuan muslimah sudah berpakaian dengan benar yaitu menutup auratnya, penggunaan mukena mungkin bisa disampingkan. Namun, tidak semua perempuan muslim menggunakan jilbab sesuai ketentuan jadi pemakaian mukena diharuskan untuk menyempurnakan ketentuan salat.

Melihat permulaan mukena saat masuknya Islam ke nusantara, perjalanan yang ditempuhnya tentu sangat panjang. Mukena awalnya tidak langsung seperti apa yang ada di zaman sekarang. Dahulu, pemakaian mukena saat salat hanya memililtkan kain di pinggang hingga menjulur seperti rok panjang, penggunaannya juga sama seperti sarung.

Lalu penggunaan jilbab juga menggunakan kain sederhana khas Indonesia kala itu yang dipakaikan untuk menutup kepala hingga dada.

Ternyata penggunaan mukena tidak hanya ditemukan di Indonesia, negara teteangga seperti Malaysia dan Singapura juga memakainya sebagai alat salat perempuan. Hanya penyebutannya menjadi telekung.

Mukena kini memiliki macam-macam merk, bahan, hingga warna, namun sebaiknya alat salat perempuan ini berwarna putih saja tanpa corak, atau sederhana. Karena jika terlalu mencolok, khawatir untuk mengganggu konsentrasi saat menjalankan ibadah.Tetapi tidak ada larangan atau aturan mengenai hal itu, hanya saja sebagai anjuran.

Belum diketahui secara pasti jika mukena merupakan kain salat khas Indonesia, tapi pemakaiannya sebagai penunjang syarat ibadah membawa kemudahan dan efektif dalam praktiknya. Semakin maju teknologi dan kreatifitas, semakin banyak variasi mukena yang tersebar.

Mukena dengan corak batik, corak bunga, corak garis dengan varian warna putih, merah, merah muda, hijau, dan lainnya menunggu untuk digunakan. Sudahkah kalian menentukan mukena untuk Salat Idul Fitri nanti? 

Penulis adalah Mahasiswa – Program Studi Penerbitan (Jurnalistik), Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta.


Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.