Kendaraan Mewah Bermasalah di Batam

Sebagian moge yang diketahui bermasalah di Batam.
BATAM | Masih ingat dengan kasus Moge yang tertangkap di Siak pada 2017 lalu ? Kasus yang mengendap tak terselesaikan sampai sekarang ini berhasil membuat beberapa oknum pejabat dan pengusaha di Batam duduk manis dan nyaman sampai detik ini. Padahal, kuat dugaan bahwa kasus pengiriman Moge tersebut terindikasi merupakan kasus penyelundupan Narkoba karena ada setidaknya dua moge yang dibiarkan "lolos".  Salah satu pemainnya dengan nama Starky menurut informasi bahkan melarikan diri dan hilang kabarnya sampai sekarang. 

Awal 2019, Batam kembali dikejutkan dengan tertangkapnya mobil mewah dalam kontainer milik PT.BTP. Penyelundupan mobil mewah ini berhasil digagalkan oleh aparat dari Lantamal IV. Menarik, kasus inipun mengendap sampai sekarang. 

Mengendapnya kasus penyelundupan mobil dan moge di Batam menuju daerah lain membuat Ta'in Komari dari LSM Kodat 86 gerah. Pria idealis ini melihat bahwa Penyelundupan berbagai barang mewah ke Batam untuk kemudian dikirim keluar Batam adalah sebagai upaya "mengemplang " pajak negara demi kepentingan manusia - manusia berduit. 

" Ternyata orang - orang berduit yang mampu membeli barang - barang mewah alias mobil dan moge mewah ini adalah manusia manusia tak taat hukum. Kuat dugaan mereka berani melakukan hal tersebut dikarenakan diback up oleh oknum - oknum aparat yang juga sekaligus menjadi pembina bahkan pengurus di kelompok / organisasi mereka. " demikian Tain menuturkan. 

Dalam alur kilas balik yang dikemukakan cak tak Tain, demikian dirinya biasa di panggil, Mobil mobil mewah yang berkeliaran di Batam ternyata menggunakan plat nomor bodong alias palsu dan tidak terdaftar.  

" Ini sebagai modus agar nanti begitu dikirim ke luar Batam, mobil mobil ini tidak terlacak lagi di sistem yang ada di Dispenda Kepri. Jadi aman, karena databasenya menyebutkan mobil tersebut tidak pernah ada di sistem. Permainan kotor yang sangat canggih dan tentunya melibatkan orang - orang berpangkat tinggi di sini . " demikian Tain menuturkan. 

Penelusuran beritabatam.com sendiri membawa hasil mengejutkan. Beberapa moge yang di ketahui berada di Batam dengan menggunakan plat nomor Jakarta, ketika dilakukan penelusuran terhadap identitas plat nomor tersebut ternyata di Jakarta adalah plat nomor kendaraan biasa seperti Mio dan motor bebek lainnya. Bahkan yang azaib.....ada yang terdaftar sebagai plat kendaraan mobil. ck ck ck....

Ramainya dunia perkeliruan terkait kendaraan mewah seperti mobil dan moge di Batam memang mengejutkan. Salah satu yang paling "heboh" sebenarnya adalah kasus di black listnya ATPM Mobil Subaru, PT. MII karena kasus pengemplangan pajak masuk kendaraan mewah. Tidak tanggung tanggung, nilai mendekati 500 Milyar adalah pajak yang dikemplang karena melakukan kegiatan undermanivest. Tetapi, kenyataan bicara lain. Sampai sekarang masih dapat dilihat berkeliaran dijalanan mobil Subaru dengan plat kendaraan menunjukkan pajak sudah dibayar sampai dengan tahun 2019. Padahal, 2014 kendaraan ini dalam status blacklist. 

Hebatnya, Expedisi yang mendatangkan mobil Subaru ke Batam yaitu PT. BE yang berada di bilangan Batu Ampar dan milik salah seorang pengusaha terkenal Batam AH, ternyata adem adem aja. PPJK yang berurusan dengan masuknya kendaraan ini sampai sekarang tidak terlacak. 

Menurut Tain, mobil mewah yang sekarang kembali berkeliaran di Batam seperti mustang, rubycon, wrangler, Porche, Minicooper/morris dll sebagian besar setelah di cek di Dispenda Kepri nopol kendaraan tersebut tidak ditemukan alias tidak terdaftar. ( 007 )


Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.