Lebih Ekonomis, bright PLN Berencana Bangun PLTA di Lokasi Jembatan Batam-Bintan

Dirut bright PLN Batam Dadan Kurniadipura memapar rencana pembangunan
 PLTA di jembatan Batam-Bintan, Jumat (24/5/2019)
BATAM | Bright PLN Batam sedang berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dilokasikan di bawah jembatan Batam-Bintan.
Hal itu diungkapkan Direktur Utama bright PLN Batam Dadan Kurniadipura saat buka puasa bersama media massa di Hotel Vista, Jumat (24/5/2019).
“Rencana ini sebagai upaya kami agar tarif listrik murah dan bisa dinikmati warga Batam. Karena PLTA ini lebih ekonomis tidak pakai BBM,” kata Dadan.
Pembangunan PLTA guna menekan biaya produksi agar masyarakat bisa mendapat listrik murah dan PLN untung.
Dadan menyebut rencana pembangunan PLTA dibawah jembatan Batam-Bintan tersebut sudah dibahas dan dipresentasikan oleh salah satu investor dari Belanda.
Menurutnya, jembatan Batam-Bintan yang sudah disetujui pemerintah, dibawahnya bisa dibangun PLTA.
“Kalau ini disetujui (Pemerintah), masyarakat bisa menikmati tarif listrik murah, PLN untung sedangkan biaya jembatan bisa dibayar dari hasil penjualan listrik, ini tentu saling menguntungkan,” katanya.
PLN Batam, kata Dadan, berencana mengurangi penggunaan gas untuk sistem kehandalan kelistrikan di Batam.
Hal itu menurut Dadan karena tingginya BPP listrik tenaga gas terlbih harganya sangat tinggi.
”Kalau sebelumnya harga gas masih bisa kita dapat 4 dolar US per MMBTU, sekarang ga dapat lagi harga segitu harga gas sudah 6 dolar US,” terangnya.
“Kita pikirkan pembangkit murah dengan mengurangi gas dan meningkatkan batubara (PLTU),” tambahnya.
Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.