Sudah Menang, Caleg Nasdem Minta Lurah Kembalikan Uang " Suara "

Pertemuan Gravis Dengan Bawaslu Kota Batam, Senin ( 20/05/2019 )
BATAM | Ada ada saja kelakuan calon wakil rakyat Kota Batam satu ini. Meskipun bisa dipastikan mengantongi kemenangan, AA yang merupakan caleg dari Partai Nasdem masih tega meminta agar uang untuk membeli suara rakyat di kembalikan. Penyebabnya sederhana, jumlah suara yang dihasilkan dianggap AA tidak sesuai dengan jumlah uang yang diberikan kepada Pak Lurah. 

Kronologisnya, AA caleg Nasdem Dapil 2 Bengkong Batu Ampar bekerjasama dengan UM, Lurah di kecamatan Batu Ampar untuk upaya memenangkan suara dirinya. Hitungannya lebih kurang satu suara dinilai Rp 100.000 ( Seratus Ribu Rupiah ). Target 2000 suara. Maka mengucurlah dana dari AA secara berkala dengan total nilai Rp 200.000.000 ( Dua Ratus Juta Rupiah ).

Singkat cerita, suara AA di Kelurahan UM ternyata hanya mencapai 417 suara.  Meskipun begitu, di Batu Ampar dan Bengkong suara AA ditotal mencapai 3.355 suara. Cukup untuk satu kursi bagi AA untuk duduk di DPRD Kota Batam. Perolehan suara yang hanya 417 ini yang menjadi akar permasalahan. Jauh kurang dari target 2000 suara. AA pun minta uang Kembalian dengan nilai Rp 130 juta. Kaya beli jajanan, minta uang kembalian. 

UM dan perangkat ternyata tidak mampu mengembalikan uang senilai yang diminta AA. Total yang dikembalikan UM baru berkisar Rp 60an juta saja. Itu juga sudah gotong royong dengan RT RT di kelurahannya. AA terindikasi ngotot uang harus kembali total 130 juta. Akhirnya, RT RT mengutus perwakilan yaitu Elisman Siboro untuk melaporkan AA ke BAWASLU pada 10 Mei 2019 kemarin. 

Tindakan Elisman bukan tanpa resiko. Dirinya termasuk orang yang akan dikenakan sanksi hukum jika proses pelaporannya ditindak lanjuti. Ini sama dengan ibarat Maling melaporkan dirinya sendiri untuk dihukum. 

Upaya konfirmasi terhadap Bosar Hasibuan selaku pihak BAWASLU Kota Batam  tidak jadi dilakukan karena mendapat kabar dari jaringan media, Bosar baru kena tampar oleh Saparuddin Muda karena Saparuddin jengkel kasus kasus di Bawaslu menurutnya banyak yang tidak jalan. Bosar selesai di tampar melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Barelang. Baru mau dikonfirmasi, sudah kena tampar. 

Meskipun begitu, komentar pedas tetap juga muncul dari Presidium Gerakan Aktivis Kepulauan Riau ( GRAVIS ) Belly Maswara. Belly dalam siaran persnya menilai AA sudah tidak pantas untuk duduk di DPRD Kota Batam dan meminta penyelenggara Pemilu Kota Batam membatalkan kemenangan AA.

Tidak hanya sekedar mendiskualifikasi AA, Belly juga meminta agar lurah UM yang notabene nya adalah seorang ASN ( Aparatur Sipil Negara ) alias PNS yang jelas jelas dilarang berkampanye pollitik , apalagi bagi - bagi duit segera diproses hukum. ( 007 )
Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.