Walikota Rudi Tambah Jadwal Operasi Pasar TPID Kota Batam

BATAM |Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali akan menambah jadwal operasi pasar TPID Kota Batam. Berdasarkan hasil rapat Walikota Batam, Muhammad Rudi bersama para distributor bahan pokok di Kota Batam mereka setuju untuk penambahan jadwal itu. Sebelumnya Pemko Batam telah melaksanaan Operasi Pasar TPID ini menjelang ramadhan, dimulai pada Kamis (2-4/5) dan menjelang lebaran dimulai Kamis (30 Mei-1 Juni) 2019.

“Kan ada kekosongan ini diantara waktu itu, saya mau agar diantara waktu yang kosong ini operasi pasar ini tetap terlaksana. Dari hasil rapat bersama distributor mereka setuju semua dan mendukung kegiatan ini terlaksana,” kata Rudi usai rapat bersama distributor bahan pokok Selasa (7/5) di Kantor Walikota.

Rudi mengatakan harga jual bahan pokok yang dijual melalui operasi pasar TPID ini dibawah harga jual pasar. Bahan pokok yang dijual melalui operasi pasar TPID seperti beras Bulog, gula, daging sapi beku, telut, bawang merah, bawang putih, cabe merah, kentang, sayur, ikan, mentega, tepung, minyak goreng, susu, minuman dan ketupat instan.

“Sembako yang dijual sesuai dengan modal, mereka tidak mendapat untung, karena kita pemerintah juga membantu mereka,” sebut Rudi.

Selanjutnya untuk jadwal pelaksanaan dan tempat operasi pasar ini menurutnya akan dikoordinasikan dengan camat dan lurah.

“Tadi mereka memberikan masukan agar masyarakat mengetahui adanya kegiatan operasi pasar ini. Nanti camat dan lurah yang menginformasikan ke masyarakat terutama yang menengah ke bawah, biar benar-benar tepat sasaran,” ujar mantan anggota legislatif ini.

Sementara untuk persediaan kebutuhan pokok di Kota Batam, Rudi mengatakan persediaan aman hingga lebaran.

“Dari laporan yang disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Mardani dalam rapat beberapa waktu lalu bahwa stok bahan pokok aman,” ucapnya.

Dari 34 distributor yang terdaftar di Pemko Batam, yang hadir dalam rapat kemarin sebanyak 26 distributor. Pada rapat tersebut, seluruh distributor termasuk Bulog siap berpartisipasi apabila ada penambahan jadwal. Kepala Bulog Sub Divre Batam, Arie Apriansyah mengatakan kegiatan ini sejalan dengan program Bulog untuk stabilisasi harga

Sementara itu perwakilan distributor beras, Roy memberi masukan agar pemerintah menginformasikan ke masyarakat sebelum pasar murah berlangsung. Sebab dari tiga hari pelaksanaan di awal Ramadan lalu, tak banyak warga di sekitar lokasi yang mengetahui kegiatan ini.

“Kalau bisa sebelum hari H bazar dari pemerintah sounding ke masyarakat. Sehingga orang di lingkungan situ tahu. Karena beberapa kali survei, mereka tidak tahu ada apa. Sayang momen itu kalau khalayak ramai tak tahu ada event itu. Dari kita intinya tak ada masalah, kita support,” kata dia.

Masukan senada diungkapkan perwakilan distributor telur dan minyak goreng. Namun ia menambahkan agar pelaksanaannya ke depan benar-benar dekat lokasi pemukiman masyarakat.

“Kemarin saya di lapangan melihat untuk tempat pelaksanaan. Diharapkan yang betul-betul berbaur dengan masyarakat. Lapangan voli RT berapa misalnya. Kalau kemarin itu di dekat distributor semua. Dan sebelum turun, diinfokan ke masyarakat, biar ramai disambut,” sarannnya.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin menyampaikan bahwa akan segera diatur jadwal untuk pelaksanaan operasi pasar dengan melibatkan camat dan lurah.

“Nanti Bagian Perekonomian akan rapat dulu, setelah itu kita akan kembali bahas bersama dengan camat dan lurah. Sesuai arahan pimpinan agar kegiatan ini benar-benar tepat sasaran,” tuturnya.

Rapat ini dihadiri Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Pebrialin, Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Mardanis, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Rudi Sakyakirti dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Sulaiman Nababan.(HP)
Share: