Tujuh Mahasiswa PMMI Karimun Gelar Orasi Damai di Mapolres Karimun.



KARIMUN |  Berjumlah tujuh  orang mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang  PMII Karimun  mendatangi Polres Karimun, Kamis  (3/10/2019) pagi . Mereka menggelar orasi  damai dengan  mendorong penegakan hukum dan HAM

Aksi tersebut meminta kepada Polri dalam hal ini,  agar mengusut tuntas pelaku penembakan dan juga menuntut  untuk bertanggung jawab atas meninggalnya rekan mereka di Kendari.  Sulawesi Selatan

Wakil Ketua II Pengurus Cabang PMII Kabupaten Karimun Hazil Eka Darma menyebutkan. Aksi solidaritas yang di intruksikan oleh Pengurus Besar PMII ini, berdasarkan surat intruksi Nomor: 394.PB.XIX.02.152.A-1.09.2019.

Dia juga  mengungkapkan, aksi  tersebut sebagai aksi kepedulian dan solidaritas  mahasiswa PMII Karimun terhadap rekan mahasiswa di Kendari yang gugur, ucapnya dalam orasinya di depan Polres Karimun .

Pihaknya mengecam keras tindakan oknum anggota Kepolisian yang telah melakukan penembakan terhadap Sahabat RI kader PMII Sulawesi Tenggara, imbuhnya.

Hazil Eka Darma menyebutkan, ada empat hal (penyataan sikap) yang disampaikan dalam aksi di hadapan Mapolres Karimun:

Pertama, meminta Kapolri mengusut tuntas pelaku penembakan terhadap mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kedua, meminta pihak Kepolisian bersikap profesional dan tidak semena-mena menggunakan senjata dalam pengamanan pada saat aksi demo. Karena demonstrasi adalah bagian dari demokrasi sesuai konstitusi. 

Ketiga sambungnya, Kepolisian menghargai sikap mahasiswa dalam berunjuk rasa. Karena mahasiswa adalah calon penerus bangsa dan tonggak dari pembangunan NKRI. Lalu demonstrasi bagian dari demokrasi dan dijamim UU.

Selanjutnya, meminta Kapolres Karimun mendukung pengusutan penyilidikan hingga tuntas terhadap oknum yang menembak mahasiswa di Kendari Sulawesi Tenggara.

"Aksi ini untuk menghormati perjuangan La Randi dan M Yusuf Kardawi mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari yang meninggal dunia saat melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara pada, Kamis 26 September 2019. Mereka berdua adalah Kader PMII Cabang Kota Kendari," ungkapnya usai aksi.

Aksi unjukrasa dilaksanakan dengan menggunakan tulisan dan mimbar bebas untuk berorasi menyuarakan aspirasi dan tuntutannya.


Sementara itu, Kapolres Karimun AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto, S.H ,S.I.K. MH  didepan meminta kepada mahasiswa untuk yakin dan percaya kepada Ditpropam Mabes Polri dalam mengusut kejadian tersebut, dan bersama-sama menunggu hasilnya.

"Polri sudah cukup transparan, terbuka dalam proses penegakan hukum baik internal maupun eksternal. Tidak ada tembang pilih, tidak ada yang kebal hukum. Semoga semuanya bisa cepat terungkap siapa yang berbuat," ujar mantan Kapolres Bengkayang Polda Kalimantan Barat tersebut.

Kapolres Karimun AKBP Yos Guntur Yudi Faurius Susanto, S.H , S I.K M.H juga menyampaikan, atas nama peribadi dan sebagai pimpinan Polres Karimun turut berduka cita dan berbelasungkawa  meninggalnya dua mahasiswa di Kendari Sulawesi Tenggara.

"Mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat bersinergi dengan kepolisian untuk mewujudkan serta memelihara kamtibmas di Kabupaten Karimun yang kondusif," ajaknya.

Pantauan di lapangan terlihat  PJU Polres Karimun, para Kapolsek dan Jajaran Polres Karimun ikut mengamankan aksi tersebut

Setelah melakukan orasi dan diterima Kapolres  Karimun di depan pintu Gerbang Mapolres Karimun.  Aksi  mahasiswa dari PMII  Karimun membubarkan diri dengan tertib usai menyampaikan aspirasinya dan menuntut agar polres Karimun menyampaikan aspirasi mahasiswa tersebut.( Dian )


Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.