Mahfud MD: Izin KKP Penyebab 470 Nelayan Belum ke Natuna

Mahfud MD: Izin KKP Penyebab 470 Nelayan Belum ke Natuna
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD. (Lisye Sri Rahayu/detikcom)

JAKARTA
- Beritabatam.com |
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD mengatakan nelayan belum dikerahkan menuju Laut Natuna Utara. Pihaknya masih mengamankan area tersebut dan menanti perizinan dari Menteri Kelautan dan Perikanan.

"Belum masuk [ke Natuna], dilaksanakan dulu kan pengamanan gimana, rumahnya di mana, aturannya yang masih mungkin terkendala operasionalnya karena ada permit (izin) KKP bagaimana," tutur dia, kepada wartawan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (10/1).

"Itu kan harus diselesaikan dulu, tapi sekarang sudah mulai," lanjut Mahfud.

Ia mengatakan akan segera melakukan peninjauan ke lokasi dalam waktu dekat.

"Ya di-follow up, saya besok mau ke sana, tanggal 15 [Januari]," ungkapnya.

Terkait keamanan, Mahfud mengaku saat kondisi di Natuna sudah mulai aman. Kapal-kapal nelayan dan Coast Guard China pun tak tampak lagi di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di sekitar perairan Natuna.


"Sekarang kan aman, kan sudah di luar area toh [kapal] China," tutur mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Sebelumnya, Mahfud menyebut pemerintah akan memobilisasi 470 nelayan dan sejumlah kapal ikan menuju perairan Natuna Utara. Tujuannya, meningkatkan kehadiran fisik di Natuna Utara dan menegaskan bahwa perairan itu milik Indonesia.

Diketahui, Menteri Perikanan dan Kelautan di era Susi Pudjiastuti membatasi ukuran kapal tangkap yakni 150 Gross Tonnage (GT), dan kapal angkut 200 GT. Tujuannya, memberi kesempatan nelayan kecil untuk bersaing.

Namun, sejumlah pihak menyebut pembatasan ukuran kapal itu membuat nelayan tak bisa melaut hingga ZEE yang butuh kapal lebih besar.

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Miftah Sabri menyebut kapal nelayan yang bisa diberangkatkan ke perairan Natuna mulai dari ukuran 30 GT.

"Itu juga untuk berbagai jenis alat tangkap, yah ukuran rata-rata 100 GT," kata Miftah, Kamis (9/1).

Sejauh ini, 470 nelayan telah mendaftar untuk berlayar di perairan Natuna Utara.

"Seharusnya bisa [diberangkatkan semua] ya. Karena ini kan range yang kita siapkan. Tapi tentu seleksi ketat tetap harus dilakukan," kata dia.

Baca juga:
Lantamal IV Gelar Lomba Menembak Jelang Hari Armada
bright PLN Batam Bersama DLH Taja Kegiatan Goro di Tanjung Riau
Kapolres Tanjungpinang Himbau Kamtibmas Bagi Masyarakat Musim Penghujan dan Angin
"Reuni 212" Massa Mulai Datangi Monas, Desak Gerbang Dibuka
PDIP: Kemunduran Demokrasi, Tolak Wacana Presiden Kembali Dipilih MPR
Untuk Tolak Tottenham, Madrid Tawari Mourinho Senilai Rp218 Miliar

(CNN/Khr)
Editor: Tonang

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.