Usai Bentrok Dengan KKB Polisi Menyita senpi AK Dan AR-15

Usai Bentrok Dengan KKB Polisi Menyita senpi AK Dan AR-15

Ilustrasi senjata api. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta - Beritabatam.com | Polri mengklaim telah mengamankan sejumlah senjata api usai kontak tembak dengan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, beberapa hari lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Argo Yuwono menerangkan bahwa kontak tembak itu terjadi sebanyak dua kali di dua hari yang berbeda. Pertama, baku tembak di salah satu pos penjagaan kepolisian pada 14 Maret.

"Kami sempat menemukan tiga buah busur panah, kemudian ada juga lima buah anak panah, dan juga satu buah kampak," kata Argo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (16/3).

Kedua, baku tempak di salah satu markas KKB di Bukit Sangker, keesokan harinya. Dari kontak tembak itu, Polisi mengamankan tiga buah senjata api yang diduga merupakan hasil rampasan.

"Jenis AK, AR-15, dan Thompson," kata Argo.

"Setelah kami cek, nomor senpinya itu kami bisa mengidentifikasi senjata itu merupakan senjata rampasan," tambahnya.

Dia merinci senjata AR-15 yang ditemukan tersebut merupakan hasil rampasan KKB saat menyerang Polsek Pirime pada 2020. Bersamaan dengan senjata itu, diamankan juga 1 buah magazine beserta 11 butir peluru.

Sedangkan, senjata api merek AK merupakan hasil rampasan kelompok tersebut saat menyerang salah satu pos pengamanan di wilayah Puncak Jaya pada 2014.

Lantas, Argo pun menerangkan bahwa akibat baku tembak tersebut, setidaknya sejumlah orang yang merupakan anggota KKB diduga telah tewas.

"Ada 4 orang, disana dan itu setelah kami cek di lokasi, sudah dibakar disana," jelas dia.

Diketahui, terjadi baku tembak di Tembagapura antara KKB dengan aparat kepolisian dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, ribuan orang mengungsi ke sekitar Timika.
Share: