Hari ini 293 WNI Asal Malaysia Dipulangkan ke Batam

Hari ini 293 WNI Asal Malaysia Dipulangkan ke Batam
Sekda Kota Batam Jefridin Hamid saat memimpin rapat kepulangan WNI di Panggung Dataran Engku Putri, Rabu (20/5/20). (Foto: mediacenter.batam/Beritabatam.com)

BATAM
(Kepri) - Beritabatam.com |
Sebanyak 293 Warga Negara Indonesia (WNI) asal Malaysia akan pulang hari ini (21/5/2020). Rombongan ini pulang dengan dua kapal melalui Pelabuhan Batamcenter.

“Kapal tiba pukul 10.00 dan pukul 12.00,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin Hamid saat memimpin rapat kepulangan WNI di Panggung Dataran Engku Putri, Rabu (20/5/20).

Ia mengatakan, semua WNI yang tiba nantinya akan diterapkan protokol kesehatan baru. Kemudian, semua WNI akan dikarantina hingga ada hasil pengecekan kesehatan.

“Bukan rapid tes lagi, kita langsung laksanakan tes swab,” ujarnya.

Selama menunggu hasil swab keluar, semua WNI yang dipulangkan akan menjalani karantina di Batam. Belum diputuskan di mana lokasi yang menjadi pusat karantina.

“Yang pasti kita lakukan karantina dulu,” kata dia.

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi protokol kesehatan penanganan kepulangan warga Indonesia dan kedatangan warga asing, semua yang datang harus bebas dari wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Secara umum, kita terapkan protokol kesehatan baru sesuai Surat Edaran Kemenkes 313/2020,” kata Sekda.

Ia meminta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam bersama-sama ikut mengawal agar protokol kesehatan baru ini bisa diterapkan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Batam, Achmad Farchanny menjelaskan, sejauh ini masih ada Warga Negara Asing (WNA) yang datang dan ada juga Warga Negara Indonesia (WNI) yang pulang kampung.

“Mereka datang tidak dapat dicegah, sehingga perlu protokol ini,” ujarnya.

Baca juga: Dandim 0315/Bintan Bersama Danlanud RHF Tanjungpinang Sambangi dan Berikan Bingkisan Sembako Kepada Para Veteran di Kota Tanjungpinang

Dengan adanya protokol baru sesuai Surat Edaran ini, semua WNI dan WNA yang datang, wajib menyertakan surat keterangan sehat dan hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan dinyatakan negatif.

Jika syarat itu tidak dipenuhi, kata dia, bagi WNI perlu perlakuan khusus seperti pemeriksaan rapid test. Jika hasil rapid test menunjukkan nonreaktif, WNI akan dikarantina secara terpusat 7-10 hari sampai rapid test kedua.

“Apabila tes kedua nonreaktif, baru boleh pulang dan melaksanakan karantina mandiri di rumah,” ujarnya.

Sementara bagi WNA, apabila masuk tanpa melengkapi syarat harus dikembalikan ke negaranya atau ditolak masuk ke Batam, Indonesia.

“Surat keterangan kesehatan dan hasil PCR harus dikeluarkan negara asal. Misalnya ada WNI pulang dari Malaysia surat keterangan sehat dari negara Malaysia,” ujarnya.

Dan surat yang dikelurkan memiliki jangka waktu tujuh hari. Jika melebihi waktu tersebut, dianggap tak berlaku. “Kecuali untuk kru kapal dari luar negeri,” katanya.

Lihat juga:
Ditemukan Tergantung, Pria Ini Dievakuasi Petugas dengan Berpakaian APD
Belajar Sambil Bermain Cara untuk Mengetahui Bakat Anak-anak
Bertempat di Gedung Nasional, Isdianto Serahkan 15.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Lingga
Virus Corona Merajalela, Ini Imbauan Rudi Kepada Masyarakat
Dandim 0315/Bintan Pimpin Langsung Pelaksanaan Upacara Korp Raport Sertijab Danramil 03/Bintan Utara

Editor: Tonang

Share:  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar