Relawan Covid-19 Adalah Patriot Bangsa, Iptu Sunaryo : Harus Punya Jiwa Nasionalis yang Tinggi

Relawan Covid-19 Adalah Patriot Bangsa, Iptu Sunaryo : Harus Punya Jiwa Nasionalis yang Tinggi
Kapolsek Siak Kecil Iptu Sunaryo, SH.MH, mengatakan bahwa relawan Covid-19 merupakan patriot bangsa
BENGKALIS - Beritabatam.com |Kapolsek Siak Kecil Iptu Sunaryo, SH.MH, mengatakan bahwa relawan Covid-19 merupakan patriot bangsa yang harus mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi dalam dirinya.

Hal ini diucapkan Sunaryo saat memberi sambutan dalam acara Pemantapan Tupoksi Relawan Covid-19 dan Sosialisasi Tatanan New Normal di GOR Desa Sungai Siput Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis, Jumat 05 Juni 2020.

Sunaryo mengatakan, relawan Covid-19 adalah orang yang harus benar-benar mempunyai nilai kejut dan jiwa nasionalisme yang tinggi dalam mengupayakan agar warga desanya tidak ada yang terpapar Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).

Dalam tamsilnya, Sunaryo mengatakan, “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan ku cabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia.” mengutip filosofi mantan Presiden RI yang pertama, Ir. Sukarno.

Sunaryo mengibaratkan, relawan Covid-19 adalah 10 orang pemuda dalam filosofi tersebut. Relawan Covid-19 harus memahami tupoksi karena mereka mewakili seluruh masyarakat desanya dalam melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19.

"Relawan harus berani dan tangguh karena relawan juga salah satu garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan Covid-19," tegas Sunaryo.

Selanjutnya, ayah dari dua orang dara yang turut hadir sebagai pemandu acara dan pelantun lagu "Tanah Air Ku dan Ayah" pada acara tersebut mengatakan, "dunia" yang dimaksud Sunaryo dalam filosofi tersebut adalah dunia yang tanpa Virus Corona.

Walaupun saat ini kita sudah memasuki fase New Normal, lanjut Sunaryo, bukan berarti kita bisa berbuat seenaknya seperti tidak ada kejadian sebelumnya.

"Kita harus tetap berbuat dan bertindak sesuai ketentuan yang tertera dalam Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19. Baik itu tentang bahayanya maupun tentang tata cara pencegahan, penanggulangan dan penanganannya," terang Sunaryo.

Selanjutnya Sunaryo mengingatkan, bahwa masyarakat harus diberikan Edukasi tentang New Normal dengan sangat jelas, apalagi saat ini semua lini sudah boleh beraktifitas kembali. Baik itu rumah ibadah, pasar, pertokoan dan sebagainya. Namun, semua pihak tetap harus saling menjaga dan mengingatkan.

Karena ini hari Jumat, ujar Sunaryo lagi, setiap mesjid yang melaksanakan Shalat Jumat, harus menyiapkan sabun untuk cuci tangan di tempat-tempat berwudhu. Setiap jamaah yang datang untuk Shalat Jumat, harus dilakukan pengecekan suhu tubuh dengan thermometer gun yang melibatkan Linmas desa, Satpol PP serta Bhabinkamtibmas Polsek Siak Kecil

Khusus mesjid yang berada di jalan lintas, hanya boleh melaksanakan ibadah Shalat Jumat khusus bagi warga tempatan saja dan terkait dengan pasar tradisional, setiap kepala desa bertanggung jawab untuk melakukan penyemprotan disinfektan.

"Lakukan penyemprotan disinfektan sebelum aktifitas pasar dimulai maupun setelah selesai, tanpa terkecuali," ujar Sunaryo tegas.

Dalam agenda sosialisasi tersebut, Sunaryo menunjukkan kebolehannya dalam berpantun yaitu,

"Pemimpin haruslah merakyat,

Menjadi aktor utama disetiap peran, Demi keselamatan jiwa masyarakat, Polsek Siak Kecil siap jadi garda terdepan."

Turut hadir dalam acara tersebut, Camat Siak Kecil M. Fadlul Wajdi, SSTP, M. Si., Ka. UPT Puskesmas Lubuk Muda Tursini, SKM., Ka. UPT Puskesmas Sadar Jaya dr. Rolas James Simanullang, Ka. Korwil Pendidikan Siak Kecil, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, jajaran UPT Puskesmas Lubuk Muda dan para kepala desa, sekdes serta relawan Covid-19 dan undangan lainnya. (een)

Editor: Ramadhan
Share:  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar