Cium Bau Tak Sedap, Warga Temukan Ibu Guru Tewas Mengenaskan di Kamar Mandi



Cium Bau Tak Sedap, Warga Temukan Ibu Guru Tewas Mengenaskan di Kamar Mandi
Ilustrasi
PALEMBANG - Beritabatam.com | Warga tak menduga jika nyawa janda yang berprofesi sebagai guru tersebut tewas ditangan tetangganya sendiri. Ya, Efriza Yuniar (50) ditemukan meninggal setelah diperkosa oleh pemuda AD alias AP (18)

Tetangga korban, Triyana (52) mengungkapkan, awalnya istrinya Juwita (51) menghubungi korban namun ponselnya tak aktif. Istrinya pergi ke sekolah untuk mencari lalu menghubungi sesama guru tetapi tak ada yang tahu keberadaan korban.

"Triyana menjelaskan, Istri saya dan korban sama-sama guru di SD, ada keperluan sekolah jadi ditelepon namun tidak ada jawaban Jumat, 10 Juli 2020,".

Lalu, Juwita dan anaknya mengajak beberapa warga mencari korban di rumahnya. Pintu rumah dalam posisi terkunci dan warga sempat berniat mendobraknya. Tak lama, kunci rumah ditemukan terselip di bawah pintu jelasnya seperti dikutip dari merdeka.com.

Setelah pintu rumah dibuka, warga mencari disetiap ruangan namun tak menemukan korban dan warga keluar rumah untuk berdiskusi guna mencari korban di tempat lain.

Namun karena penasaran, warga pun kembali masuk kerumah dan mereka mencium bau tidak sedap namun tak dihiraukan warga dikira bangkai cicak atau sejenisnya.

"Baunya tidak terlalu menyengat, makanya cuma dikira bangkai cicak saja," ujarnya.

Namun para saksi mengatakan menemukan ember di kamar mandi yang dibungkus sprei dan diikat. Lalu mereka membukanya, dan begitu dibuka ternyata korban berada di ember dengan posisi tanpa busana dan tangan terikat.

"Posisinya kaki di atas kepala di bawah. Saya sendiri tak sanggup melihatnya. Memang tidak ada luka-luka, cuma kondisinya tragis," kata dia.

Kemudian, Triyana menghubungi polisi dan selanjutnya mayat korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Warga semakin kaget karena pelaku perkosaan dan pembunuhan tak lain adalah tetangganya sendiri.

"Bu Yuyun itu orangnya baik, dia perantauan, tidak pernah ada masalah dengan warga. Ya orangnya dihormati warga karena sudah lama jadi guru di kampung," katanya. (***)
Share:  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar