Tangisan Emak-emak di Pemko, Nuranis: Keringat Saya Belum Dibayar


Tangisan Emak-emak di Pemko, Nuranis: Keringat Saya Belum Dibayar
Dengan berurai air mata, Nuranis juga berorasi.
BATAM - Beritabatam.com | Seorang perempuan, atau emak-emak bersama anak tunggalnya menangis di antara ratusan massa dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Suara Rakyat Keadialan (SRK) di Gedung Pemko Batam.

Nuranis, nama emak-emak ini. Ia mendatangi Pemko Batam bersama LSM SRK, Hari ini, Kamis 27/8/2020, pagi. Kedatangannya ini untuk menyuarakan cerita sedih, terkait penderitaannya selama tiga tahun.

Dengan berurai air mata, Nuranis juga berorasi. Di tengah panas terik ia meminta Wali Kota Batam, Rudi untuk keluar. Ia meminta orang nomor satu di Batam ini keluar dan menjawab permintaan dan keluhannya selama ini.

“Keluarlah bapak Wali Kota. Dengar tuntutan dan keluhan saya," katanya dengan suara yang putus-putus karena tangisannya.

Dikatakannya, ia mendapatkan proyek dari Dinas Kesehatan Pemko Batam. Dan apa yang menjadi tanggungjawab dan tugasnya, sudah diselesaikan dengan baik.

Dengan berurai air mata, Nuranis juga berorasi.
Ketua LSM SRK, Rosano
"Sejak 2017 sampai sekarang, hasil keringat saya belum bapak bayar. Dimana hati nurani bapak sebagai Wali Kota Batam?," katanya dengan suara yang tegar.

Ketua LSM SRK, Rosano merasa terpanggil dengan kondisi yang dialami Nuranis ini. Upaya yang dilakukan oleh Nuranis, katanya, sudah dilakukan secara maksimal. Namun, Nuranis tidak pernah mendapatkan jawaban atas penderitaannya.

Untuk itu, katanya, ia melakukan aksi unjuk rasa ini. Dalam orasi ini, Rosano meminta Walikota Batam tidak sembunyi dan lari dari tanggung jawab. Karena untuk mengerjakan proyek di Dinkes, katanya, awal mula penderitaan Nuranis hingga menyebabkan dirinya terlilit utang.

“Saudara Rudi, anda keluar, jangan sembunyi, bayar tunggakan ibu Nuranis ini. Seorang ibu yang tidak berdaya, hanya dengan uang Rp194 juta, anda menyeret ibu ini hingga persidangan. Apakah uang tersebut anda gunakan untuk pencitraan? jawab jeritan ibu Nuranis, ” katanya dengan suara lantangnya di atas mobil komando. (jos)
Share:  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar