Turis Asing Belum di Ijinkan Masuk, Luhut: Tidak Masalah, Wisatawan Domestik Kita Banyak


Turis Asing Belum di Ijinkan Masuk, Luhut: Tidak Masalah, Wisatawan Domestik Kita Banyak
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan 
JAKARTA - Beritabatam.com -   Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan mengatakan, tidak masalah apabila turis Asing hingga saat ini belum diperbolehkan masuk ke Tanah Air. Lebih lanjut Ia menerangkan, yang menjadi fokus pemerintah saat ini adalah wisatawan dalam negeri untuk mengembalikan potensi sektor penyumbang devisa negara.

"Nggak masalah, wisatawan domestik kita kan banyak. Turis internasional saya rasa baru akan pulih 2021 akhir," ujar Luhut dalam siaran pers yang dikutip dari sindonews.com Saptu, 12 September 2020.

Potensi besar dalam memulihkan pariwisata Indonesia bisa dari turis lokal. Dalam upaya pemulihan sektor pariwisata ini, Luhut pernah menyatakan keinginannya agar turis domestik bisa mencapai 70%.

"Kan kita banyak sekarang turis. Haji belum boleh, umroh belum boleh, ke luar negeri belum boleh, kecuali pekerjaan dinas ya. Berobat belum boleh, sekarang kita bikin rumah sakit internasional. Itu menghemat mungkin beberapa miliar dollar. Uangnya berputar dalam negeri," ungkapnya.

"Kita nggak tahu bahwa kita sakti loh. Market kita itu besar, ada 73 juta, kelas menengah 55 juta. Orang kadang-kadang anggap Indonesia itu Jawa atau Bali saja, padahal tidak seperti itu," imbuhnya.

Luhut juga melihat pembangunan kawasan pariwisata Puncak Waringin yang nantinya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Kedua objek wisata tersebut ditargetkan dapat selesai akhir 2020. Dirinya pun mengingatkan pemerintah setempat untuk merawat infrastruktur tersebut.

"Kalau sudah dibangun begini, jangan lupa dirawat. Karena dengan begitu orang akan berinvestasi. Sekarang banyak yang akan masuk. Tata kota Anda semakin baik, kabel listrik, telepon, semua di bawah. Ini akan buat kota jadi lebih bagus. Pelabuhan (peti kemas) kan akan dipindahkan, jadi pelabuhan bersih. Lalu lagi dibuat jalan, trotoar," jelas mantan Menko Polhukam ini. (*)
Share:  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar