Terkait Tenaga Medis di RSUD Muhammad Sani Terpapar Covid-19, Ini Harapan Kadinkes Karimun

Terkait Tenaga Medis di RSUD Muhammad Sani Terpapar Covid-19, Ini Harapan Kadinkes Karimun
Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi
KARIMUN - Beritabatam.com - Tenaga medis menjadi garda terdepan dalam menghadapi wabah COVID-19 atau virus corona di Indonesia. Di setiap Kabupaten dan Kota, tenaga medis tak hanya berjuang melawan virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut, tetapi rela berkorban waktu dan tenaga untuk warga yang harus dirawat.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Karimun berharap masyarakat dapat terus memberikan dukungan kepada tenaga medis yang hingga saat ini terus berjuang untuk memutus rantai penyebaran pasien COVID-19.

Harapan itu disampaikan menyusul salah seorang tenaga medis di RSUD Muhammad Sani Karimun dinyatakan terpapar COVID-19, Jumat, 2 Oktober 2020 kemarin.

“Dukungan dari masyarakat sangat diharapkan saat ini, karena tanpa dukungan itu, perjuangan tenaga medis untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tentu menjadi sia-sia,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi, dikutip dari kabarbatam.com Sabtu, 3 Oktober 2020.

Lanjutnya, meski terpaparnya salah seorang tenaga medis itu membuat ratusan orang di Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Karimun tersebut harus di lakukan pengambilan swab.

Pihaknya juga memutuskan untuk menutup sementara pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Ia berharap agar masyarakat tidak panik mengenai hal itu.

“Masyarakat kami harapkan tidak panik, kita sudah berupaya untuk mencegah penyebarannya seperti menutup sementara pelayanan IGD dan mensterilkan seluruh ruangan Rumah Sakit,” kata Rachmadi.

Lebih lanjut, sebanyak 115 sampel swab orang yang kontak erat dengan pasien positif di Karimun termasuk tenaga medis sudah dikirim ke BTKL-PP Kota Batam.

Juru bicara tim gugus tugas COVID-19 Karimun ini mengungkapkan pihaknya akan langsung menindaklanjuti hasil tersebut agar pelayanan ke masyarakat di RSUD Muhammad Sani Karimun dapat normal kembali.

“Kami meminta BTKL- PP Batam untuk memprioritaskan sampel swab kita dan jika ada hasil yang keluar positif langsung kita isolasi dan jika hasilnya negatif nantinya harus kembali bekerja,” ungkap Rachmadi.

Terakhir, Rachmadi mengimbau kepada masyarakat Karimun agar terus mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Kemudian, mengingat mobilitas masyarakat keluar masuk bahkan dari zona merah, ia juga mengharapkan agar masyarakat dapat meminimalisir bepergian ke luar daerah jika tidak penting.

“Penanganan COVID-19 di Karimun masih terkendali, tapi kita tetap mengimbau masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan serta jaga jarak. Kemudian, jangan bepergian ke luar daerah jika dirasa memang tidak terlalu perlu,” pungkasnya.

Diketahui, saat ini Kabupaten Karimun telah mencatatkan 44 kasus Covid-19 selama 7 bulan terakhir.

Dengan rincian, 1 pasien positif meninggal dunia, 6 pasien yang masih dinyatakan positif sedang menjalani isolasi di RSUD Muhammad Sani Karimun dan 37 pasien sudah dinyatakan sembuh dari virus tersebut. (*)
Share:  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar